Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

Pengaruh Terapi Radiasi terhadap Pasien Pengidap Tumor dan Kanker



Terapi radiasi adalah terapi sinar menggunakan energi tinggi yang dapat menembus jaringan dalam rangka membunuh sel neoplasma.Penyembuhan tumor menggunakan terapi radiasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
1.      Belum didapatkannya sel tumor di luar area radiasi.
2.      Tipe tumor yang radiosensitif.
3.      Besar tumor yang kira-kira radiasi mampu mengatasinya.
4.      Dosis yang optimal.
5.      Jangka waktu radiasi tepat.
6.      Sebisa-bisanya menyelamatkan sel dan jaringan yang normal dari efek samping radiasi.
Terapi radiasi sendiri sifatnya adalah.
1.      Merupakan terapi yang sifatnya lokal dan regional.
2.      Mematikan sel dengan cara merusak DNA yang akibatnya bisa mendestrukasi sel tumor.
3.      Memiliki kemampuan untuk mempercepat proses apoptosis dari sel tumor.
4.      Ionisasi yang ditimbulkan oleh radiasi dapat mematikan sel tumor.
5.      Memiliki kemampuan mengurangi rasa sakit dengan mengecilkan ukuran tumor sehingga     mengurangi pendesakan di area sekitarnya.
6.      Berguna sebagai terapi paliatif untuk pasien dengan perdarahan dari tumornya.
7.      Walaupun pemberian radiasi bersifat lokal dan regional namun dapat mengakibatkan defek     imun secara general.
Selain itu terapi radiasi dapat menyebabkan efek samping pada pasien terpai radiasi. Efek sampingnya antara lain.
1.      Radiomukositis, stomatitis, hilangnya indra pengecapan, rasa nyeri dan ngilu pada gigi.
2.      Pendengaran menurun.
3.      Pigmentasi kulit seperti fibrosis subkutan atau osteoradionekrosis.
4.      Pada terapi kombinasi dengan sitostatika dapat timbul depresi sumsum tulang dan gangguan gastrointestinal.
5.      Lhermitte syndrome karena radiasi myelitis.
6.      Hypothyroidism



Pengaruh pemberian terapi radiasi pada pasien secara luas dilaporkan bahwa terjadi gangguan terhadap sel limfosit T, yang akibatnya memudahkan timbulnya berbagai macam infeksi. Pasien dengan tumor primer di leher dimana drainase limfatiknya juga di leher , setelah diberikan radiasi mengakibatkan berkurangnya limfosit darah tepi secara signifikan. Jumlah limfosit T CD4+ menurun lebih bermakna dibandingkan penurunan jumlah sel limfosit T CD8+. Gangguan akibat radiasi tidak hanya mempengaruhi jumlah sel limfosit T namun juga mengakibatkan defek pada fungsi sel T. Adanya gangguan fungsi dibuktikan dengan sulitnya sel T ini distimulasi pada percobaan invitro. Apakah defek jumlah dan  fungsi limfosit T pada penderita yang diterapi radiasi dapat reversibel? Penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan normalisasi sel limfosit T CD4+ setelah 3-4 minggu pasca radiasi.
Efek samping lain yang umum terjadi adalah perubahan kulit pada area yang diterapi. Setelah beberapa kali biasanya kulit tampak merah, gosong, lama-kelamaan mengering dan gatal. Tetapi ada juga yang sebaliknya: kulit menjadi lembab, basah, dan mengalami iritasi/lecet, terutama di lipatan-lipatan tubuh. Tetapi untuk efek samping ini akan hilang  setelah beberapa minggu dilakukan terapi radiasi tersebut. Selain itu, radioterapi di daerah kepala dapat menyebabkan rambut rontok sebagian atau seluruhnya. Tetapi setelah terapi selesai rambut akan tumbuh lagi, walau tekstur dan warnanya mungkin sedikit berbeda.
Radioterapi pada kanker payudara dapat menyebabkan bahu agak sulit. Efek samping lainnya adalah kulit menjadi sedikit gosong, iritasi, atau bengkak..Efek lain yang sering terjadi pada radiasi di daerah dada adalah sakit saat menelan, batuk, demam, dan sesak nafas. Terapi radiasi pada daerah perut dapat menyebabkan perut mulas, mual, maupun diare.